Ternyata bener. Mau ke acara Ultahnya Suami Kak Iwas.
(Buat yang nggak tau, Kak Iwas itu yang punya kantin di border)
Maksud hati ingin mengerjai suaminya, tapi gagal.
Ceritanya gini. Kak Iwas pura-pura sakit, nyuruh suaminya cepat pulang padahal masih keluar sama temen-temen kantornya. Niatnya begitu di rumah langsung kasih kejutan ulang tahun.
Tapi, suaminya kayaknya udah tau, makanya dia pulangnya lama banget. Padahal tamu-tamu Kak Iwas udah nunggu dari jam 7 tadi. Jadinya Kak Iwas ngambek. Suaminya malah bales ngerjain.
Dan hampir stengah 9 suaminya datang sama teman-temannya. Acara kejut-kejutan Kak Iwas gagal, karena terlanjur ngambek. Jadi langsung to the point aja. Pesta Ulang Tahun yang sederhana.
Ya... Lumayanlah.
Di tengah-tengah acara, mestinya ada sesi pembacaan doa dong. Dan sedikit celotehan dari yang dituakan. Tapi malah gini jadinya gara-gara pingin ngomong Bahasa Indonesia yang baik :
"Tadi kami niatnya mengerjakan, malah dikerjakan"
Semuanya langsung kaget, "Ngerjain, Bang... Ngerjain..."
"...", tanpa bicara bilang lagi, "...tadi mau mengerjakan malah dikerjakan"
"Kerjain, Bang!", nggak ada hentinya bisik tawa di antara tamu.
Ni orang kocak juga ternyata.
yang 'mengerjakan' yang pake songkok putih
gak mo liat
3 idiot (definitely)
Pas lagi enak-enaknya bercengkrama haha-hihi, kak Iwas datang sambil bawa telur.
"Makasih ya, Sayang?! Selamat ulang tahun!"
"CEPROOT!!"
Tambah lagi telur, "Ini balesannya yang tadi!"