Kamis, 02 Juni 2011

Juniku Kembar Sebelas

    Heh kawan. Jangan takut jangan resah, bila nanti lampu kamar dipadamkan...

    Suaraku makin mirip Tasya.

    Banyak sekali kejadian waktu Juni... Contohnya :

    1 Juni 1991

    Aku ulang tahun, kepala dua. Hemmm.... Ga tau ya, kayaknya hambar banget, belum bisa buat nikah sih umur segini. Ha, aku sempet berpikir, pernikahan dini itu umur brapa, dan skarang anaknya si Dini itu umur brapa, cowok atau cewek.


    Irawan nih...


    Di tanggal ini juga dapet fotonya Menteri, coba tebak Menteri apa, siapa namanya....



    Yang bisa kontak aja ke Guntoro, nanti kukasih nomer hapenya. (SERIUS!)

    Ada hadiah menarik yang menanti.


    Bapak Menteri, membuka acara, dengan membelah bambu dengan parang


    Kunjungannya ke sini sungguh langka menurutku. Makasih ya, Pak? Berkat Bapak saya jadi tau kalo di sini masih Indonesia, hehehe, cuman bercanda lo...

    Welcome to the JUNGLE!

    "Rizki, ulang tahun ya? Selamat ya? Mau minta kado apa?"

    "Wah... Mama, ndak usah re-..."
    "Mama kirim doa aja ya... Ini lo, Ayah mau ngomong"

    TIDAK!

    "Le? Mas? Hehehe?"
    "Eehehe"
    "Heheehe"

    "Ehehee"

    "Heeheee"

    Okelah mulai deh, "Hehee ehe"

    "Ketawa terus, Mas? Ulang tahun ya... Anu, rabi a mas?"

    Buat yang nggak tau, "Anu, mau nikah mas?"

    TIDAK!

    Ternyata yang masih waras cuman Mbak Ninik sama Mas Andik. Yang lainnya, sudahlah...

    Kalo Adek sih... Hass.... Sudahlah....

    Makin parah, masa' kadonya suruh ambil di rumah?

    "Kalo nggak pulang, nggak adek kasih!"

    Ya, akui saja, dia kangen. Ya sulit memang punya kakak yang charming gini.

    Aku padamu, Dek!

    Dan, si Intung, rahasia aja ya. Soalnya belum lulus Lembaga Sensor.

    -----

    Malamnya,

    Ini nih, serba salah jadinya, enak-enak diem di rumah, nonton FRIENDS....

    Cecunguk 1 : "Ren... Ayo , Ren..."

    Cecurut 17 : "Oooo, Giren...!!"

    Cempedak 6 : "Heh! Ren!"

    Kok ga biasanya mereka manggil rame-rame... (-_-")

    Benar. Traktiran paksa... Aku ditarik seperti para Jenderal diculik, mungkin selama ini aku terus membayangkan gimana rasanya para Jenderal itu saat tanggal 30 September di VCD.

    Dan aku merasakannya begitu nyata, dan aku sebagai pemeran utamanya, sebagai... Hasss... Lupakan, kalo salah tulis nanti ketauan nilai sejarahku buruk. Bisa-bisa Bu Nuryani nangis darah, Pak Tono garuk-garuk jidat. (Maafkan muridmu yang terlanjur ganteng iki)


    Dikira aku anak pejabat apa? Okelah, aku anak pejabat, tapi pejabat yang mana dulu.

    12 orang ngumpul, 11 deh, minus aku. Semacam, "Ren, hari ini ultahmu, kewajibanmu memberi nafkah mulut dan perut kami!"


Halo, Bapak? Minta uang 4 juta buat dugem...

    Hadoooo... Parah, sumpah. Mana tuh yang namanya surpres?

    Mana yang namanya ceplok telor tepung air kecap terigu? Oke, memang aku ga minta, tapi setidaknya...

    Setidaknya jangan ceplok telor deh. Ehehehe


    OKE, OKE, nanti saja sayang,... (Nasib senior IDOLA)


    Pinter mereka, disogok pake kado

    Thanks BOYS!!!


    Apalin wajah-wajah belingsatan mereka,

    terutama baju t-shirt putih yang lagi pasang tampang mesum ke kita,

    yang paling kanan!





    ------------

    Dan, berakhir pada telpon-telponan...

    Hmm... Jarak seperti gak ada dekatnya kalo nelpon, makin kangen.

    Yah... Apa mau dikata. Bukan Duakata temennya si Siska.

    Apalagi KataSiRena kembarannya RamaPianis.


    Udahlah ga ada yang kenal, nanti kukenalin.

    Dah ah, tidur dulu. Bye!






    ------------

    Kayaknya lebih baik satu per satu entry blog ini,

    dengan memasukkan id twitter yang ada di dalamnya

    Bagus nggak? Hmm...

    Oke. Oke GIREN. Tidur. OKE!

    T I D U R

Rabu, 01 Juni 2011

Ada Kura-Kura Kepala Dua?


Pernah bayangin ga? Saat kepalamu membelah diri seperti amoeba, pikiranmu pun terbagi juga.

Oke, nggak terbagi, tapi secara metafora memang gitu. Besoknya dan Kemarin.


Maksudnya, aku sudah kepala dua sekarang.


Besoknya. Aku mau jadi yang baik, ga pusing-pusing lagi (it's hurt), bisa punya banyak teman (betapa senangnya), sehat, kaya, banyak pahala, pokoknya yang bagus-bagus.


Aku ingat temanku SMP, Adi Chandra (mudah-mudahan masih begitu namanya), sama juga tanggalnya.

Trus si unyeng-unyeng Jijik Wahyu a.k.a. Sinyo, juga ikut-ikutan. "Halo, Pak Didik!"

Trus si Tiwi, Ayu Sisca Pratiwi (perkenalkan), pacarnya Irawan, juga.

Ada sih teman yang lain di SMP 5 Probolinggo, tapi mungkin udah lupa. T_T

Dan seketika setelah jam 12 lewat, SMS, BBM, Twitter, Facebook, telpon, surat kaleng, paket, parsel, kue tart, nyanyian, badut (ogah), balon, bunga, hadiah, kejutan... Datang semua.

Ok maaf. Cukup sampe telpon. Aku ngaku kalo yang lainnya itu hiperbola.


Hmm... Aku masih heran, kenapa ya orang-orang ini mendahului mamaku, padahal aku lahirnya pas jam-jam segini. Which is mean, Mamaku tau duluan kalo anaknya yang cowok satu-satunya lahir, bukan mereka. Biasanya Ayah sama Mama sih nanti jam 7. Kalo si Adek sih, udah modern, ngucapinnya jam segini.

Ada lagi yang lebih modern, Mas Domara... (-_-)

Ngucapinnya duluan. Jam 10-an kalo nggak salah...

"Yo, kan... Biar nggak lupa, dek..." *tertohok


----

Oke. Kita liat besok, eh salah, nanti. Diapakan aku.

Aku mau tidur, have a nice dream...

*ngeliat notifikasi timeline (-_-")