Dari pagi ngobrol di warung Pecel Blitar Tante...
Ndak sengaja Rizal baca promosi film di 21 CITO.
Let's go!!!
Mumpung baru gajian. Aku, Rijal, Deni, Tomi jalan-jalan.
Mau nonton Iron Man 2. 21 CITO. Jangan liat 21-nya... Liat twenty-one-nya. Zzzz...
Kita kan ndak sederajat dengan Makibo. Huakakakak...
muka begok (kanan), muka mesum (kiri-kanan), muka ababil (kiri-kiri)
Dapet tiket jam delapanan. Lapar melanda.
Dan memang sudah direncanakan untuk makan di food court.
Nah... Pas nunggu makanan datang, ternyata ada bidadari ngobrol di sebelah...
Mbak-mbak karyawati cuy...
aduh... gagal terus... >,,<
tipuan kamera... rijal makan dop!
haaeemmm!!!!
Ternyata setelah makan dan ngecengin* cewek-cewek, masih belum dimulai IM2-nya...
Duhh... Ya sudah... Jiwa laki-laki kami berempat keluar aslinya...
Untuk para wanita, laki-laki itu juga seneng shopping di mall looh...
Jangan sampe ndak tau! Hanya saja mereka tak ingin menunjukkannya, karena takut si cewek tersaingi dan kalah. Yang mana notabene kita (laki-laki) lebih unggul dalam fisik. #gombal
Aku aja beli ini :
*ngecengin : [v] )1) cuci mata (menyegarkan pikiran dengan cara bantuan dari pandangan mata); (2) mencari perhatian : kamu selalu -- si Nurul; 3. bukan makna yang berimbuhan "nge-in" : membuat jadi keceng (Mbak Ajeng-Red)
[Skip aja dah... Toh di dalam bioskop ndak boleh ngambil gambar]
Ternyata, ndak nyesel pulang jam 11. Pulang malam-malam gini dingin banget.
Tapi tubuhku tetap hangat karena ada Aa' deni....
Ailabyuh, A'... HOEK!
Seperti maling waktu masuk Sedati.
"Permisi, Bu Lurah..."
----
[Di luar skenario : ]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar